tembange wong mriang
Posted by alswerte pada Desember 16, 2008
wong mriang tembange pati
wong turu tembange ngimpi
wong mlarat tembange mukti
sedulur…
ya kaya kuwe lah wong urip neng alam dunya sawang-sinawang
tapi jere ustade aja sira njaluk mati
tapi nyenyuwuna nek sekirane urip bisa lewih becik ya diparingi sehat
nek sekirane urip malah gawe salah karo dosa (maksiat) kon nganggo upload accelerator bae.
heeheehe
nuwun sewu kula sok glewehan
maksute sing bener nek ora bisa ndandani utawa nandur apik ya sing penting aja ngrusak..
kaya kuwe mbok?
setuju..
ocha berkata
kegiatan 16 desember 2008
pembukaan oleh ust. amir ma’ruf
kisah hikmah seorang pemuda datang meminta uang kepada rasulullah.
akan tetapi rasulullah kemudian menyuruh orang itu untuk menjual suatu barang apapun
miliknya. lalu oran itu mengambil karpet di rumahnya kemudian membawa karpet itu ke hadapan
rasulullah, lalu rasulullah menawarkan pada sahabat-sahabatnya yang lain untuk membeli
karpet tersebut.
lalu salah seorang dari sahabatnya membeli karpet tersebut dengan harga 10 dinar.
uang sepuluh dinar itu oleh rasulullah diberikan kepada sang pemuda.
sambil berkata menyuruhnya membeli kampak, lalu rasulullah mencontohkan membuat kayu bakar.
rasulullah kemudian menyuruh pemuda itu pergi mencari kayu bakar seraya melarangnya
menghadap rasullullah sebelum 15 hari.
alkisah 15 hari berlalu, pemuda itu datang menghadap dengan menunjukkan uang hasil usahanya
menjual kayu bakar sebanyak 15 dirham
rasulullah saw bersabda,” meminta-minta akan menjadi cela di hari kiamat”
selanjutnya acara diteruskan dengan pengarahan dari direktur rumah sakit umum banyumas.
beliau dr. Widayanto, Mkes selaku direktur rsu banyumas mengingatkan tentang misi ke empat
dari rumah sakit umum banyumas yakni: Mensejahterakan pihak-pihak terkait.
kemudian ketika pak direktur menanyakan apa itu definisi sejahtera kepada audience maka
dijawab oleh salah seorang bahwa sejahtera itu bila sudah mampu memberi sedekah atau
membayar zakat.
dengan tersenyum sang direktur meneruskan dengan menerangkan tentang sistem baitul mal, yang
intinya ialah memberikan bantuan tanpa membebani lagi dengan bunga, akan tetapi harus dengan
konsekwen bahwa setelah mampu membayar zakat harus lah ingat dengan kewajiban zakat itu
sendiri.
lalu beliau menceritakan pengalaman beliau ketika dahulu pernah memberikan modal usaha
kepada salah seorang pembantunya, sewaktu beliau masih menjabat di puskesmas. diberinya
modal berupa sebidang tanah tanpa mengharap apapun dari yang di beri.
akan tetapi dengan berjalannya waktu ternyata si pembantu itu berhasil sukses, kemudian
suatu waktu orang yang pernah diberi modal itu mengirimi uang bahkan secara kontinyu setiap
bulannya sebesar Rp. 2.000.000,- dan ini menjadi buah pertanyaan di benak dr. Wid (demikian
panggilan akrab beliau) sehingga beliau menanyakan pada orang yang bersangkutan.
ocha berkata
maap bos titip tulisan
mau diedit nanti di rumah. ga bawa flashdisk sih
goleti.com berkata
Wah wah wah… deneng urung ana isine bos??
Hendro berkata
Lha niku ceritane pak dokter koh ora diterusna..lumayan lha ana obat kangen banyumasan..tapi esih kakehen sing basa indonesia nggih.
Kesuwun kang lamkhie di
Legiman,
Wong praketa lagi ngode nang afrika wetan.